Blogger Widgets

Rabu, 07 Januari 2015

Pengaruh Hindu-Budha dalam Seni Bangun


         Candi merupakan bangunan utama yang banyak didirikan pada masa pengaruh Hindu-Budha.
         Candi bercorak Hindu umumnya berfungsi untuk menghormati dan memuliakan dewa-dewi Hindu.
         Candi bercorak Buddha berfungsi sebagai sarana ritual (memuliakan Buddha), menyimpan relikui Buddhis ataupun biksu terkemuka atau keluarga kerajaan penganut Buddha (seperti abu jenazah), atau sebagai tempat ziarah bagi para penganutnya.
Candi Bercorak Hindu
         Prambanan (untuk memuliakan dewa Siwa)
         Kalasan (Dewi Tara)
         Sewu (Manjusri)
         Candi Dieng
         Candi Gedong Songo
         Candi Panataran
         Candi Cangkuang
Candi bercorak Buddha
         Candi Borobudur
         Candi Sewu
         Candi Sari
         Candi Plaosan
         Candi Banyunibo
         Candi Sumberawan
         Candi Muara Takus

Bangunan Candi Pada Umumnya Terdiri Atas 3 Bagian Utama
         Bhurloka, yaitu bagian bawah candi yang melambangkan kehidupan dunia fana
         Bhurvaloka, yaitu bagian candi yang melambangkan tahap pembersihan dan pemurnian jiwa
         Svarloka, yang melambangkan tempat para dewa atau jiwa yang telah disucikan.

Ciri – Ciri Candi di Jawa Tengah
         Berbentuk tambun dengan hiasan kalamakara di atas gawang pintu masuk
         Puncak candi berbentuk stupa
         Bahan utamanya batu andesit
         Umumnya menghadap ke timur


Ciri – Ciri Candi di Jawa Timur
         Berbentuk lebih ramping
         Puncak candi berbentuk kubus
         Di atas gawang pintu terdapat hiasan kala atau wujud kepala raksasa
         Bahan utamanya dari batu bata
         Umumnya menghadap ke barat
         Ciri utama candi Hindu adalah adanya ratna (hiasan berbentuk bungan teratai yang masih kuncup) di puncaknya, adanya relief di dinding candi, arca dewi trimurti, durgamahisasuramardini, agastya, serta ganesha.
         Ciri utama candi Buddha banyaknya patung Buddha dengan atribut sederhana serta bangunan stupa dengan patung Buddha di dalamnya, di kening Buddha terdapat bintik kecil yang disebut urna, relief pada candi menggambarkan kehidupan sang Buddha dan ajarannya.

Sebelum adanya pengaruh Hindu Budha
         Belum mengenal bangunan dan tata kota yang kompleks, tertata dan bernilai seni tinggi.
         Telah mengenal seni bangun pada zaman meghalithikum, yaitu bangunan yang terkait erat dengan kegiatan pe mujaan dan penghormat an pada nenek moyang.
         Contohnya : dolmen, punden berundak, dan menhir.

         Setelah adanya pengaruh Hindu Budha
         Sudah mengenal bangunan dan tata kota yang kompleks, tertata dan bernilai seni tinggi.
         Pada masa ini bangunan candi digunakan sebagai tempat bersemedi oleh para pendeta dan pemeluk agama, mendharmakan raja dan memuja dewa dewi tertentu. Contoh : candi prambanan dll
         Sedangkan bangunan keraton digunakan sebagai tempat tinggal para raja. Contoh : keraton yogyakarta dll.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar