•
Candi
merupakan bangunan utama yang banyak didirikan pada masa pengaruh Hindu-Budha.
•
Candi
bercorak Hindu umumnya berfungsi untuk menghormati dan memuliakan dewa-dewi
Hindu.
•
Candi
bercorak Buddha berfungsi sebagai sarana ritual (memuliakan Buddha), menyimpan
relikui Buddhis ataupun biksu terkemuka atau keluarga kerajaan penganut Buddha
(seperti abu jenazah), atau sebagai tempat ziarah bagi para penganutnya.
Candi Bercorak Hindu
•
Prambanan
(untuk memuliakan dewa Siwa)
•
Kalasan
(Dewi Tara)
•
Sewu
(Manjusri)
•
Candi
Dieng
•
Candi
Gedong Songo
•
Candi
Panataran
•
Candi
Cangkuang
Candi bercorak Buddha
•
Candi
Borobudur
•
Candi
Sewu
•
Candi
Sari
•
Candi
Plaosan
•
Candi
Banyunibo
•
Candi
Sumberawan
•
Candi
Muara Takus
Bangunan
Candi Pada Umumnya Terdiri Atas 3 Bagian Utama
•
Bhurloka, yaitu bagian bawah candi yang melambangkan kehidupan
dunia fana
•
Bhurvaloka, yaitu bagian candi yang melambangkan tahap pembersihan
dan pemurnian jiwa
•
Svarloka, yang melambangkan tempat para dewa atau jiwa yang telah
disucikan.
Ciri – Ciri Candi di Jawa Tengah
•
Berbentuk
tambun dengan hiasan kalamakara di atas gawang pintu masuk
•
Puncak
candi berbentuk stupa
•
Bahan
utamanya batu andesit
•
Umumnya
menghadap ke timur
Ciri – Ciri Candi di Jawa Timur
•
Berbentuk
lebih ramping
•
Puncak
candi berbentuk kubus
•
Di
atas gawang pintu terdapat hiasan kala atau wujud kepala raksasa
•
Bahan
utamanya dari batu bata
•
Umumnya
menghadap ke barat
•
Ciri utama candi Hindu adalah adanya ratna (hiasan berbentuk bungan teratai
yang masih kuncup) di puncaknya, adanya relief di dinding candi, arca dewi
trimurti, durgamahisasuramardini, agastya, serta ganesha.
•
Ciri utama candi Buddha banyaknya patung Buddha dengan atribut sederhana serta
bangunan stupa dengan patung Buddha di dalamnya, di kening Buddha terdapat
bintik kecil yang disebut urna, relief pada candi menggambarkan kehidupan sang
Buddha dan ajarannya.
Sebelum adanya pengaruh Hindu Budha
•
Belum
mengenal bangunan dan tata kota yang kompleks, tertata dan bernilai seni
tinggi.
•
Telah
mengenal seni bangun pada zaman meghalithikum, yaitu bangunan yang terkait erat
dengan kegiatan pe mujaan dan penghormat an pada nenek moyang.
•
Contohnya
: dolmen, punden berundak, dan menhir.
•
Setelah
adanya pengaruh Hindu Budha
•
Sudah
mengenal bangunan dan tata kota yang kompleks, tertata dan bernilai seni
tinggi.
•
Pada
masa ini bangunan candi digunakan sebagai tempat bersemedi oleh para pendeta
dan pemeluk agama, mendharmakan raja dan memuja dewa dewi tertentu. Contoh :
candi prambanan dll
•
Sedangkan
bangunan keraton digunakan sebagai tempat tinggal para raja. Contoh : keraton
yogyakarta dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar